Monday, January 25, 2010

LAGU BAHGIA


Adek berlenggang jalan tersipu
Tersipu diganggu lima teruna
Sudah lama abang menunggu
Baru kini adek menjelma

la.........la...........la..............
Mari kita sama berdendang
la........la..........la...............
Berdendang cek adek berdendang

Kalau adek sudah berpunya
Jangan suka berkasih dua
Sejak kita bertentang mata
Hati tergoda tidor tak lena

Hati sering merasa rindu
Bila kita tidak bersua
Kini kasih telah berpadu
Semoga kekal bawa bahgia

(12/11/1976)



KAU PUJAAN KU

Jangan marah aku mengganggu
Jangan pula rasa jemu
Jika tidak keberatan
Sudi kiranya berkenalan

Sudah ku lihat wajah mu
Sudah ku perhati tingkah mu
Kau memang sunggoh ayu
Gadis manja dan pemalu

Lembut hati ku sayang
Dek suara mu yang menawan
Hati aku telah tertawan
Kini kau jadi pujaan


(25/2/1976)

MENGAPA MENGENANG

Mengapa masih mengenang
Dia yang telah pergi
Nanti merosak diri
Usah dituruti

Bunga bukan sekuntum
Banyak lagi didalam taman
Pilih saja buat pengganti
Buat mengubat luka dihati

Cinta itu pengorbanan
Apa lagi yang dikenang
Biarkan dia pergi
Jangan dinanti

Usia yang masih muda
Jangan dipersiakan
Usah hayal becinta
Nanti diri merana


(15/6/1977)

Monday, January 4, 2010

PESAN AYAH

Dengar sini anak ku sayang
Pada mu ayah berpesan
Tapi jangan sampai terjadi
Masuk kanan keluar kiri

Jika usia meningkat remaja
Berhati-hati memilih teman
Zaman remaja banyak cubaan
Jangan sampai diri terkorban

Usah diri mu merasa bangga
Punya wajah cantik jelita
Takut nanti lupa semua
Tergadai diri jiwa merana

Jangan mudah kau jatuh cinta
Pada pemuda yang tampan rupa
Biar burok dipandang mata
Asal mulia budi hatinya

Ingatlah segala pesan ini
Ayah sampaikan dalam lagu
Nasihat dari ayah dan ibu
Sematkan ia didalam kalbu



(15/6/1977)



SIAPA YANG TAK MENGERTI

Siapa yang tak mengerti
aku kah
ah...tak mungkin
dia kah
em....entahlah

Siapa lagi yang tak mengerti
mereka kah
bukan...bukan mereka
habis siapa
siapa yang sebenarnya tak mengerti

ah.....aku rupanya


(16/6/1977)

MESTIKAH KAU KU KENANG

Mestikah kau ku kenang
Lantaran hati ku sakit dan terhiris
Luka yang berdarah
Masih mengalirkan darah merah
Tiada akan aku ketahui
Yang entah bila akan redanya

Mestikah kau ku kenang
Setelah janji kau lupakan
Kini bunya dijambangan
Menjadi pilihan
Diri ku kini dikau lupakan

Mestikah kau ku kenang?


(23/2/1976)

AKU DISINI SENDIRI

Aku disini sendiri
Terasa sepi dimalam ini
Seperti dimalam-malam lalu
Aku sendiri.....sendirian

Teman seperjuangan
Sering bersama tika dulu
Kini membawa langkah sendiri-sendiri
Dengan keriangan terbayang
Diwajah yang berseri
Riang gembira kesana kemari
Bagai tiada apa ditanggungi

Biarkan
Biarkan mereka dengan dunia sendiri
Tapi aku disini
Tetap begini
Dilanda sepi
Sendiri......


(15/11/1977)

DIBAWAH POHON RENDANG INI

Dibawah pohon rendang ini
Aku memerhati penuh kusyuk
Pada tiap gelombang ombak
Yang datang berkejar memukul pantai
Biar berkali kau ulangi
Tetap akan aku amati hati-hati
Pada bahasa yang tiada siapa mengerti

Aku terus mengamati
Sisa-sisa yang kau tinggalkan
Mungkinkah meminta aku memahami
Apa yang sebenar kau tanggungi

Hempaskanlah diri mu lagi
Biar ku kutip cebisan-cebisan
Pesan yang kau tinggalkan
Akan ku minta juga
Lembayu yang berlalu
Agar membisikkan ketelinga ku



(9/1/1978)

MENGAPA KAU HANCURKAN

Bagaikan dedaun kering
ditiup bayu senja
Gugur dan berterbangan
Tiada arah tujuan

Begitu hati ini
Hancur luluh dek laku mu
Kau hancurkan hati ku
oh...betapa pedihnya

Mengapa kau tak mengerti
Perasaan ku
Tahukah kau betapa
Pilu hati ini

Kini aku sendiri
Mengenang diri ditinggal pergi
Akan ku abadikan
Dalam lipatan hati



(19/2/1981)

IRAMA CINTA

Selembut hembusan bayu
Ditepi pantai permai
Membelai wajah nan ayu
Oh....betapa mesranya

Begitulah hati ini
Selembut semurni kaseh
Dibelai belaian sayang
Oh.....betapa indahnya

Irama cinta berlagu
Mengiringi suasana
Hati diusik rasa
Mengenangkan sidia

Lagu berlalulah sudah
Hilang segala kenangan
Tapi tetap jua diingatan
oh....tak kan ku lupa



(22/2/1981)

KENANGAN INDAH

Alangkah indahnya dunia
Dihari cuti ini
Berkelah dipantai nan permai
Bersama teman semua

Inilah hari yang bahgia
Bila dapat bersama
Menikmati keindahan alam
Dapat mendamaikan fikiran

Tiada ku duga rupanya
Disini bertemu sidia
Teman baru yang jelita
Sungguh mesra dan manja

tiba saat berpisah
Hati rasa glisah
Entah bila kan bersua
Dengan mu juita


(22/2/1981)